RSS

Mamah, Dede janji ngak bakal makan Mie lagiiii,,,

Hari itu sore-sore habis nyontreng, tepatnya sih abis Maghrib aku mandi seperti biasa. Tanpa disangka, apa yang kulakukan itu membuat penyakitku kambuh,, sekitar jam sembilan malam aktifitas mual dan muntahku pun dimulai. Ohwh,, rasanya sungguh ngak bisa digambarkan dengan kata-kata. Pertolongan pertama secara tradisional di campur dengan obat yang biasa sudah dimakan, sungguh tak mempan.

Akhirnya tepat jam sebelas malam, aku dibonceng Papah, Mamah ke Dokter. Kalo saja ada orang yang melihat saat itu, mungkin kayak abang becak yang ngangkut barang-barang pindahan. Secara tiga orang yang bukan anak-anak lagi berada dalam satu motor,, huaaa,,,,,,. Untung saja, Om dokternya belum tidur, meski sudah bukan jam kerja Om dokternya masih cukup ramah menyapaku.

Berita buruknya adalah, katanya jarum infusan akan menyapaku lagi. Huaaa aku ngak mau lagi,,,, Sudah cukuplah sampai masa SMA saja jarum itu tak menghampiriku tOObat,,,

Untungnya setelah, omM dokternya memberikan pertolongan pertama. Beliau memutuskan menunda setengah jam untuk memasukan jarum ituU ke tanganku. Katanya kalo ada perubahan, rencana penancapan JaruUmnya batal. Alhamdulillah setelah setengah jam aku boleh pulang dan tidak perlu itu,,, kata beliau penyebabnya bukan mandi sore, tapi makananku yang ngak sehat. Mamah!! Aku janji ngak bakal makan mie lagi deh,,, kalo ngak lupaa...

Klinik,,,,,,,, “Aku ingin seperti dia”...

Dua hari yang lalu, aku ikut mengantar Mamah untuk Cek Up kesehatannya. Di ruang tunggu yang menyesakan, mataku tiba-tiba saja tertuju pada seseorang. Sosoknya tidak tinggi, tetapi tegap. Berkacamata dan matanya sangat berbinar. Saya yakin pasti beliau salah satu intelektual muda yang dimiliki negara tercinta ini. Terbukti dengan jaketnya yang berlabelkan PNPM mandiri jabar.

Melihat sosoknya yang seperti itu, aku yakin bukan beliau yang berkepentingan dengan Dokter yang ku kenal sejak kecil itu. Ternyata benar, beliau mengantar seseorang. Seorang akhwat muda, mungkin SMA atau mahasiswi sekitar semester satu/dua. Parasnya ayu dan begitu menentramkan saat melihatnya. Meskipun, saat itu air mukanya sangat kuyu, mungkin karena sakit yang tengah dideritanya.

Saat mataku tertuju melihat akhwat tadi, perasaanku mulai campur baur. Ada rasa iri dan kagum di dada ini ketika melihat sosoknya. Gerak geriknya begitu mencerminkan seorang akhwat, cara berpakaiannya, gaya bicaranya, menundukan pandangannya dan tatapannya yang begitu menyejukan. Sungguh saat itu, aku merasa bertemu dengan makhluk yang luar biasa menurutku. Aku sempat berfikir mungkin seperti itulah bidadari surga.

Saat kuingat diriku, akhggg............... berantakan. Meski gamis ini sudah kupakai, tapi celana panjang ini pun ikut manis nangkring melengkapi baju gamisku. Kerudungku?? Masih jauh dengan akhwat tadi. Tatapanku, sepertinya masih belum bisa terjaga dan masih jalan-jalan. Buktinya, sosok yang kulihat di klinik itu, bukan akhwat yang luar biasa tadi yang pertama kulihat. Sebelumnya aku melihat ibu-ibu gendut, bapak-bapak kurus yang masih saja terus merokok, dan seribu gambaran orang-orang yang kutebak-tebak tanpa merasa berdosa.

Parahnya lagi, aku masih suka keluyuran dengan motor malam-malam’ pun saat ini. Meskipun selalu menempatkan alasan yang dapat melegalkan aktivitasku tadi. Dua hari yang lalu saja, aku baru pulang dari acara camping yang membuatku hampir empat harian berjauhan dari rumah, padahal kondisi Mamah kurang begitu baik. Aku merasa semakin berdosa karenanya, dan aku sangat yakin akhwat tadi tak akan pernah melakukan apa yang telah kulakukan. Olahraga bela diripun baru beberapa bulan yang lalu, baru bisa kulepaskan. Teman-temanku masih banyak yang kacau, berKTP laki-laki dan agak lumayan banyak yang aneh-aneh.

Tapi klinik,,,,,, suatu saat nanti aku ingin seperti akhwat tadi. Sepertihalnya Bidadari surga yang ada dalam benakku,,

Izinkan Aku Cuti Dari Dakwah Ini

Jalanan ibukota masih saja ramai hingga larut malam ini, dengan kendaraan yang terus berlalu lalang, juga dengan kehidupan manusia-manusia malam yang seakan tidak akan pernah mati. Namun kini hatiku tak seramai jalanan di kota ini. Sunyi… Itulah yang sedang kurasakan. Bergelut dengan aktifitas dakwah yang menyita banyak perhatian, baik tenaga, harta, waktu dan sebagainya, seakan menempa diriku untuk terus belajar menjadi mujahid tangguh. Tapi kini, hatiku sedang dirundung kegalauan. Galau akan saudara-saudaraku dalam barisan dakwah yang katanya amanah, komitmen, bersungguh-sungguh namun seakan semua itu hanyalah teori-teori dalam pertemuan mingguan. Hanya dibahas, ditanya-jawabkan untuk kemudian disimpan dalam catatan kecil atau buku agenda yang sudah lusuh hingga pekan depan mempertemukan mereka lagi, tanpa ada amal perbaikan yang lebih baik. Ya… mungkin itu yang ada dibenakku saat ini tentang su’udzhan-ku terhadap mereka, setelah seribu satu alasan untuk berhusnudzhan.
Kini kutermenung kembali akan hakikat dakwah ini. Sebenarnya apa yang kita cari dari dakwah? Dimanakah yang dinamakan konsep amal jama’i yang sering diceritakan indah? Apakah itu hanya pemanis cerita tentang dakwah belaka? Apakah ini yang disebut ukhuwah? Sering terlontarkannya kata-kata “afwan akh, ana gak bisa bantu banyak…” atau sms yang berbunyi “afwan akh, ana gak bisa datang untuk syuro malam ini…” atau kata-kata berawalan “afwan akh…” lainnya dengan seribu satu alasan yang membuat seorang akh tidak bisa hadir untuk sekedar merencanakan strategi-strategi dakwah kedepannya. Kalau memang seperti itu hakikat dakwah maka cukup sudah “Izinkan aku untuk cuti dari dakwah ini”, mungkin untuk seminggu, sebulan, setahun atau bahkan selamanya. Lebih baik aku konsenstrasi dengan studiku yang kini sedang berantakan, atau dengan impian-impianku yang belum terpenuhi, atau… dengan lebih memperhatikan ayah dan ibuku yang sudah semakin tua, toh tanpa aku pun dakwah tetap berjalan, bukan???
Sahabat-sahabatku… . Memang dalam dunia dakwah yang sedang kita geluti seperti sekarang ini, tidak jarang kita mengalami konflik atau permasalahan- permasalahan. Dari sekian permasalahan tersebut terkadang ada konflik-konflik yang timbul di kalangan internal aktivis dakwah sendiri. Pernah suatu ketika dalam aktivitas sebuah barisan dakwah, ada seorang ikhwan yang mengutarakan sakit hatinya terhadap saudaranya yang tidak amanah dengan tugas dan tanggungjawab dakwahnya. Di lain waktu di sebuah lembaga dakwah kampus, seorang akhwat “minta cuti” lantaran sakit hatinya terhadap akhwat lain yang sering kali dengan seenaknya berlagak layaknya seorang bos dalam berdakwah.
Pernah pula suatu waktu seorang kawan bercerita tentang seorang ikhwan yang terdzalimi oleh saudara-saudaranya sesama aktifis dakwah. Sebuah kisah nyata yang tak pantas untuk terulang namun penuh hikmah untuk diceritakan agar menjadi pelajaran bagi kita. Ceritanya, di akhir masa kuliahnya sebut saja si X (ikhwan yang terdzalimi) hanya mampu menyelesaikan studinya dalam waktu yang terlalu lama, enam tahun. Sedangkan di lain sisi, teman-temannya sesama (yang katanya) aktifis dakwah lulus dalam waktu empat tahun. Singkat cerita, ketika si X ditanya mengapa ia hanya mampu lulus dalam waktu enam tahun sedangkan teman-temannya lulus dalam waktu empat tahun? Apa yang ia jawab? Ia menjawab “Aku lulus dalam waktu enam tahun karena aku harus bolos kuliah untuk mengerjakan tugas-tugas dakwah yang seharusnya dikerjakan oleh saudara-saudaraku yang lulus dalam waktu empat tahun.”Subhanallah… di satu sisi kita merasa bangga dengan si X, dengan militansinya yang tinggi beliau rela untuk bolos dan mengulang mata kuliah demi terlaksananya roda dakwah agar terus berputar dengan mengakumulasikan tugas-tugas dakwah yang seharusnya dikerjakan teman-temannya. Namun di sisi lain kita pun merasa sedih… sedih dengan kader-kader dakwah (saudara-saudaranya Si X) yang dengan berbagai macam alasan duniawi rela meninggalkan tugas-tugas dakwah yang seharusnya mereka kerjakan.
Sahabat…. Semoga kisah tersebut tidak terulang kembali di masa kita dan masa setelah kita, cukuplah menjadi sebuah pelajaran berharga…. Semoga kisah tersebut membuat kita sadar, bahwa setiap aktifitas yang di dalamnya terdapat interaksi antar manusia, termasuk dakwah, kita tiada akan bisa mengelakkan diri dari komunikasi hati. Ya, setiap aktifis dakwah adalah manusia-manusia yang memiliki hati yang tentu saja berbeda-beda. Ada aktifis yang hatinya kuat dengan berbagai macam tingkah laku aktifis lain yang dihadapkan kepadanya.
Tapi jangan pula kita lupa bahwa tidak sedikit aktifis-aktifis yang tiada memiliki ketahanan tinggi dalam menghadapi tingkah polah aktifis dakwah lain yang kadang memang sarat dengan kekecewaan-kekecewaan yang sering kali berbuah pada timbulnya sakit hati. Dan kesemuanya itu adalah sebuah kewajaran sekaligus realita yang harus kita pahami dan kita terima.
Namun apakah engkau tahu wahai sahabat-sahabatku? Tahukah engkau bahwa seringkali kita melupakan hal itu? Seringkali kita memukul rata perlakuan kita kepada sahabat-sahabat kita sesama aktifis dakwah, dengan diri kita sebagai parameternya. Begitu mudahnya kita melontarkan kata-kata “afwan”, “maaf” atau kata-kata manis lainnya atas kelalaian-kelalaian yang kita lakukan, tanpa dibarengi dengan kesadaran bahwa sangat mungkin kelalaian yang kita lakukan itu ternyata menyakiti hati saudara kita. Dan bahkan sebagai pembenaran kita tambahkan alasan bahwa kita hanyalah manusia biasa yang juga dapat melakukan kekeliruan. Banyak orang bilang bahwa kata-kata “afwan”, “maaf” dan sebagainya akan sangat tak ada artinya dan akan sia-sia jika kita terus-menerus mengulangi kesalahan yang sama.
Wahai sahabat-sahabatku… memang benar bahwasanya aktifis dakwah hanyalah manusia biasa, bukan malaikat, sehingga tidak luput dari kelalaian, kesalahan dan lupa. Tapi di saat yang sama sadarkah kita bahwa kita sedang menghadapi sosok yang juga manusia biasa? bukan superman, bukan pula malaikat yang bisa menerima perlakuan seenaknya. Sepertinya adalah sikap yang naif ketika kesadaran bahwa aktifis dakwah hanyalah manusia biasa, hanya ditempelkan pada diri kita sendiri.
Seharusnya kesadaran bahwa aktifis dakwah adalah manusia biasa itu kita tujukan juga pada saudara kita sesama aktivis dakwah, bukan cuma kepada kita sendiri. Dengan begitu kita tidak bisa dengan seenaknya berbuat sesuatu yang dapat mengecewakan, membuat sakit hati, yang bisa jadi merupakan sebuah kezhaliman kepada saudara-saudara kita.
Sahabat…adalah bijaksana bila kita selalu menempatkan diri kita pada diri orang lain dalam melakukan sesuatu, bukan sebaliknya. Sehingga semisal kita terlambat atau tidak bisa datang dalam sebuah aktivitas dakwah atau melakukan kelalaian yang lain, bukan hanya kata “afwan” yang terlontar dan pembenaran bahwa kita manusia biasa yang bisa terlambat atau lalai yang kita tujukan untuk saudara kita. Tapi sebaliknya kita harus dapat merasakan bagaimana seandainya kita yang menunggu keterlambatan itu? Atau bagaimana rasanya berjuang sendirian tanpa ada bantuan dari saudara-saudara kita? Sehingga dikemudian hari kita tidak lagi menyakiti hati bahkan menzhalimi saudara-saudara kita. Sehingga kata-kata “Akhi… ukhti… Izinkan aku cuti dari dakwah ini” tidak terlontar dari mulut saudara-saudara kita sesama aktifis dakwah. Semoga….
Yahdi Siradj (ADF)

The Special Moment

Bau rumput basah begitu terasa menemani perjalanan ke kampung halaman. Hutan pinus yang mengelilingi sepanjang perjalanan, sungguh suasana yang begitu kontras dengan apa yang kulihat setiap hari. Asap kendaraan, bangunan-bangunan tinggi serta hinggar binger kota yang tak dapat dihindari. Ada begitu banyak alasan kenapa aku pulang,,,,mhm,,,

Yupsz!!! Papah pernah bilang si’ Ade tuh ngak pernah inget rumah’ pulangnya pasti cuman lebaran aja he,,he,, sebenarnya kepulanganku bukan cuman menjawab gurauan Papah!! Ya ,, meskipun aku pulangnya setahun sekali pas lebaran’ tapi kita semua minimal sebulan sekali ngumpul atau kalau lagi banyak waktu dua minggu sekali juga ketemu’ meski tak di rumah hiks2…

mhm!! alasan paling penting aku pulang kerumah ntu buat “nYontreng” yups,, tahun ini adalah nyontreng pertamaku so aku bela-belain ngak kuliah padahal katanya ada Quiz gitu,, soalnya low sore ngak bakal ada mobil maklum kampung halamanku ada dipelosok, tepatnya pinggir utan.. so sewaktu disana ngak bisa facebook-an (ngak ada signal huahaha,,)

Hari H penconntrengan?! Mhm deg-degan palagi saat ibu2 heboh nanyain golkar no berapa,, Whehehe,, kubilang aja no )Delapan( pojok kanan atas hahaha,,,

Hari kedua setelah pencontrengan’ nenek kerumah katanya sieh pengen liat cucu-nya. ..Ngak kebalik Ya mestinya cucunya yang sungkeman ke rumah nenek ^.^ whehehe dah gitu pake ngasih angpau juga,,, tambah seneng aja diriku,,,,,

Sepenggal Kisah Mr. Ngebul

Pasien : “apa benar rokok sangat membahayakan jantung saya, dok?”

Dokter : “Benar, tidak hanya jantung, otak dan paru-paru juga bisa rusak oleh rokok.”
“Saya sarankan anda jangan merokok lagi!”

Anak Pasien : “tuh kan nida bilang juga apa, Pak!”

Pasien :”tapi ngak bikin saya mati’kan, Dok?”

Dokter :”Siapa bilang? Rokok bisa membunuh bapak pelan-pelan!”

Pasien :”ooo… ternyata Cuma pelan-pelan, saya kira mendadak!
Kalo gitu bolehngerokok lagi dong, Dok?”

Kaulah yang Paling Berharga

Sahabat adalah orang yang selalu ada ketika duka dan bahagia menghampiri. Kehadirannya sangat berarti dan bermakna. Tak pernah sungkan mengkritik tatkala kita salah melangkah. Tak pernah habis kata maaf tatkala kita berbuat salah. Tak ada ungkapan yang lebih pantas diucapkan kepadanya selain kaulah yang paling berharga.

Icha, Yanti, T2, Imah!! Kalian semua adalah kaki-kakiku yang dapat membuat diriku terus dapat melangkah. Untuk Icha & T2 ditunggu undangannya, Segera. he,,he,,. Yanti!!! (you are the real carier Woman ). Imah we miss you,, Secepatnya aku akan kunjungi lampung.

BBS Manajemen 2007 you are make me happy’ every day. ,,,Izal… (rame, bodor, heboh) Uzan..(rese!! But always help me!!)…rivan, wendy,rudi,.. (Kapan insyaf hahaha)…Umam, reiman,threea..(cool man)…and More,, ,,, Noe…(Ngaca mulu’ dasar calon artiz) Iin..(imutz Girls) Fuy..(she is smart girl) Fieda..(amoy,,) Nha…(^.^)…and More… Tanpa kalian semua’ kelas ngak bakal pernah rame…

Sahabat2 di formais (LDK BBS) thanks,, kalian telah menariku ke jalan kebenaran hihihi… sahabat di kopma ( Disaat kita bersama, diwaktu kita tertawa, menangis merenung oleh cinta,,,, kita semua keluarga, kapan nieh ngadain lagi rujak party???!!) hipmi mhm!! Akunya baru Eksizzzzz. Ippemac,, kamarana urang cisewu!!? Fema, deri, gingin, dasep, teh eva, teh tuti, nda , d’wely, mbang and more,,,, kawan-kawan liqa!!! Maabph aku selalu mengacaukan jadwal kalian…

Sahabat-sahabat di FKKMI, Asbikom & kopma rekanan,, Pak Adhi/UIN.. (ustad kita semua he,,he,,) bu Ina/unpas, pa Agus/unla (ditunggu undangannya),, Ridha/idha/akh /unisba(…Mhm,,kau akan membiarkan diriku minum racun serangga???,,hahaha).. Pak Novy/unisba,, (aku siap mengantarmu ke RS di jln riau _^.^_).. Aby, Ochid/unisba,,(Mhm..),, Pak Asep/upi,,, (skipsi99x…),, fitri, nina, eza/uk .. (gerindra!!!).. galih/it telkom, ludi/kokesma, ugy/ekuitas, irang/usb, kang Arsyad/itenas, mizwan/unpad..pak Adi/unsil,, enit,harun/stain,, aan/unswaganti,,, t’rere/ unpas and More,,(gilaa),, kalian semua Luar biasa…

Sowry yang ngak ke absen!!! Kalian tetep kok ada di hati ^.^ whehehe…

Tips Merawat Wajah

Usia yang tidak lagi muda, dan sering terkena paparan sinar matahari, debu, kotoran, dan polusi, membuat kulit kita menjadi iritasi. Hal ini juga menyebabkan menurunnya kekuatan struktur kulit yang mengakibatkan timbulnya berbagi kerutan, flek hitam, komedo, dan jerawat. Untuk meminimalkan masalah kulit tersebut, ikuti tips berikut!

  • Menghambat Keriput Keriput tidak bisa dihindari dan dicegah. Yang bisa Anda lakukan adalah sedikit menghambatnya. Caranya dengan:
    Selalu membersihkan wajah dengan susu krim pembersih wajah, menjelang tidur dan saat bangun tidur. Oleskan krim pada wajah sambil memijatnya dengan cara memutar, lalu angkat dengan kapas.
  • Pakailah masker jenis peel off seminggu dua kali, untuk mengangkat minyak dan kotoran pada wajah.
  • Tidak ada salahnya untuk melakukan home peeling sebulan sekali. Peeling adalah untuk merontokkan kulit mati penyebab keriput, dan menipiskan flek-flek hitam. Peeling hanya boleh menempel pada kulit sekitar 3-5 menit saja, karena mengandung bahan aktif. Kalau terlalu lama menempel pada kulit, akan membuat kulit terkelupas dan kemerahan.
  • Jangan lupa untuk selalu melapisi wajah dengan krim yang mengandung SUV Protector di pagi hari, untuk melindungi kulit dari sinar UVA & UVB yang membuat kulit menjadi terbakar.
  • Pada malam hari, jangan lupa mengoleskan krim malam tipis-tipis. Guna krim malam adalah untuk menjaga kelembapan kulit pada saat mengalami regenerasi di malam hari saat Anda tidur.
    Usir Komedo atau Blackheads Ada dua macam komedo. Komedo putih dan komedo hitam. Komedo putih merupakan kumpulan lemak yang keluar dari dalam tubuh. Sedangkan komedo hitam adalah kumpulan lemak putih, tetapi sudah tercampur kotoran sehingga susah untuk keluar. Apa saja penyebab munculnya komedo?
  • Kurangnya air di dalam tubuh kita.
  • Sel kulit yang telah mati dan berlebih sehingga menyumbat pembukaan pori-pori.
  • Produksi minyak yang berlebih pada wajah.
  • Rutinitas pembersihan wajah yang kurang baik, menyebabkan minyak pada wajah tidak terangkat secara sempurna.
  • Menggunakan scrub yang berlebih pada wajah.
  • Terlalu banyak menggunakan kosmetik yang banyak mengandung minyak.
    Cara menghilangkan komedo:
  • Siapkan air panas yang mendidih, lalu uapi wajah Anda. Uap panas akan membuka pori-pori wajah sehingga Anda dengan mudah mencungkil komedo.
  • Pada saat mencungkil komedo, gunakan alat pencungkil komedo yang telah dibersihkan dengan alkohol. Jangan pernah memencet komedo dengan tangan karena akan menimbulkan alergi dan menimbulkan bekas pada wajah.
  • Setelah proses pencungkilan, bersihkan dengan pembersih wajah.
  • Lalu, pakai masker yang biasa Anda pakai, untuk merapatkan kembali pori-pori yang telah terbuka tadi.
  • Bilas dengan air bersih.
    Kikis Flek Hitam Salah satu masalah yang paling sering terjadi pada sebagian besar wanita Asia, terutama yang berusia di atas 30 tahun, adalah timbulnya bintik hitam atau flek di wajah. Flek akibat pigmentasi kulit atau melasma bisa saja terjadi di bagian tubuh lain, tetapi memang paling sering kita jumpai di daerah wajah akibat terlalu sering terkena paparan sinar matahari. Pemakaian kosmetik yang kemungkinan besar mengandung merkuri dan asam salisilat pun akan membuat wajah terserang flek. Karena bila digunakan terus-menerus, kandungan merkuri akan menyebabkan kulit menjadi sangat sensitif terhadap sengatan matahari. Penyebab lain adalah seringnya mencuci muka dalam keadaan panas, atau dalam keadaan sedang berkeringat.
    Kikislah flek hitam di wajah dengan:
  • Scrub wajah secara teratur, dua minggu sekali. Butiran scrub yang halus akan mengikis kulit mati.
  • Gunakan peeling sebulan sekali untuk menipiskan flek-flek wajah. Waktunya cukup 3-5 menit saja.
  • Gunakan masker bengkuang seminggu dua kali. Efek sari bengkuang akan membuat wajah Anda terlihat segar, dan sari bengkoang akan mengangkat sel kulit mati serta mengecilkan pori-pori kulit.
  • Gunakan masker dari teh. Kandungan antioksidan yang terkandung dalam teh juga baik untuk mencegah penuaan dini dan menghilangkan flek hitam. Teh mengandung tanin yang sangat baik untuk mengatasi kulit yang terbakar matahari. Caranya, inapkan teh kental semalaman. Setelah itu oleskan teh ke seluruh wajah dan biarkan mengering dengan sendirinya. Bilas dengan air hangat untuk membuka pori-pori kulit, lalu bilas sekali lagi dengan air dingin untuk menutup pori-pori.
  • Anda juga dapat mencoba masker antiflek hitam yang mengandung sprilulina atau ganggang laut, yang berfungsi untuk mengangkat flek-flek hitam. Masker ganggang laut dapat Anda cari di toko-toko kosmetik.
    Mengecilkan Pori-pori Kulit akan terlihat kotor dan kusam jika Anda mempunyai pori-pori yang besar seperti kulit jeruk. Keadaan ini umumnya dialami oleh mereka yang memiliki kulit berminyak atau masalah genetik.
    Cara yang paling mudah dan dapat dilakukan di rumah adalah dengan mencuci muka Anda dengan air dingin, lalu gosokkan es batu secara perlahan ke seluruh permukaan wajah. Es batu dapat mengangkat kotoran yang tersumbat di pori-pori. Atau, gunakan masker yang berbahan dasar rumput laut, yang mampu mengecilkan pori-pori kulit. Gunakan seminggu dua kali.