
Siapa sih yang ngak suka drama korea?? Mungkin kaum bapak-bapak kali. Tapi coba tengok kaum wanita?? Kayaknya jarang banget yang ngak suka drama Korea hehehe, termasuk saya. Ceritanya yang ringan membuat penonton ngak usah banyak mikir sangat beda jauh dengan maaf, sinetron Indonesia.
Dari sekian banyak drama korea yang saya tonton, ini adalah drama korea terbaik. Ceritanya ringan, namun penuh dengan pesan moral. Kalau anda memiliki waktu luang cobalah sekali-kali alihkan remot control anda ke Ctchanel, setiap hari senin sampai jumat jam 08.00 malam. Tinggal episode-episode terakhir sih hihi..
Saya akan mencoba mengulas sedikit tentang drama yang di tahun 2007 mendapat penghargaan ini. Setelah beberapa tahun menghilang dari dunia hiburan, kembalinya Jang Hyuk dalam serial MBC yang berjudul “Thank You” ini seperti menyegarkan kembali ingatan saya akan acting-acting kerennya di awal tahun 2000 an hihihi. Jang Hyuk tampil total dan sangat memukau.
Bercerita tentang Min Ki Seo, seorang dokter bedah yang sombong, kasar, egois, dan suka memandang rendah terhadap orang lain. Ki Seo ini ditinggal mati kekasihnya yang menderita kanker pancreas. Sejak itu Ki Seo yang merasa hidupnya hampa dan kehilangan arah mengundurkan diri dari rumah sakit tempatnya bekerja dan bersumpah tidak akan menjadi dokter lagi seumur hidupnya.
Lee Young Shin adalah seorang orang tua tunggal yang mengasuh Lee Bom sang buah hati yang sudah berumur 8 tahun. Young Shin yang single parent merupakan sosok wanita tegar dengan kepribadian yang lembut, tulus, suka menolong. Sebagai orang tua tunggal hari-hari yang dijalani Young Shin di pulau Pu tidak hanya menjadi sarat cobaan karena harus melindungi Lee Bom yang terinfeksi HIV AIDS dan adanya Mr. Lee, sang kakek, yang telah pikun dan sangat merepotkan dengan tingkah kekanakannya, melengkapi rentetan masalah yang muncul.
Choi Suk Hyun adalah seorang manager muda di sebuah perusahaan properti dan real estate. Karena dianggap berbakat, sang pimpinan mengutus Suk Hyun ke kampungnya di pulau Pu yang dinilai potensial untuk pengembangan bisnis. Suk Hyun yang telah bertunangan dengan seorang pemain cello, bertemu kembali dengan kekasih lamanya, Young Shin. Suk Hyun yang yakin kalau Lee Bom adalah anaknya mencoba untuk kembali meraih Young Shin meskipun ibunya sangat menentang hal ini karena kemiskinan Young Shin dan derajat mereka yang jauh berbeda.

Ketiga tokoh inipun mengalami dilema yang rumit. Di satu sisi Min Ki Seo yang merasa hidupnya berubah ketika bertemu ibu dan anak yang menawan hatinya ini tidak ingin melepaskan mereka. Baginya Young Shin dan Lee Bom adalah keajaiban yang membuat hidupnya bermakna dan jadi punya tujuan yang jelas. Ibu dan anak ini perlahan-lahan berhasil merubah sifat dan tabiat-tabiat jeleknya. Ki Seo pun kembali mengabdikan dirinya sebagai dokter di pulau Pu.
Di sisi lain Suk Hyun yang merasa bertanggung jawab dan jatuh hati pada Lee Bom tidak rela melepaskan ibu dan anak ini ke tangan Ki Seo. Seorang pria kaya yang tidak mengerti hidup susah sepertinya tidak akan bisa melindungi mereka, menurutnya, terutama dengan AIDS yang diderita Lee Bom.
Cerita yang kuat dengan ending yang manis juga mengharukan menjadikan “Thank You” nyaris tanpa cacat. Dengan banyaknya pesan moral mengenai AIDS dan bagaimana semestinya kita bergaul dengan penderita tanpa mengucilkan, apalagi sampai mengasingkannya menjadi nilai plus yang berlipat-lipat dari drama ini. Perjuangan seorang anak kecil penderita AIDS dan bagaimana usahanya agar dapat diterima orang lain, dapat tetap bermain dan pergi ke sekolah tanpa menularkan virus itu ke sekitarnya dapat diacungkan jempol.







