RSS

TOP Team a.ka Terry Team

Ruangannya sempit banget, kayak di rumah Hobbit kali yaa. Situasinya saling membelakangi tapi tetep rame itulah kami TOP team a.k.a Terry Team. kata mantan CEO perusahan kami, We are a Mughazin dan harus bertindak sebagai Sniper bukan RAMBo



Untuk sebagian orang mungkin kami dianggap pahlawan dalam tanda petik. Pekerjaan kami adalah Chatting ampe keriting, sambil dengerin lagu. Mhm..... Misterius. apalagi bos kami, Bos Terry, set dah sesuatu Gokkill abis campur aneh.


Ngak hanya bos Terry yang aneh, tapi seluh pesonil di ruangan Hobbit juga pada sesuatu. Setiap individu sangat berkarakter. Ada Ustad Wawan, Kang Dony fotografer, Teh Dini yang pernah tinggal di Belanda, Pak Yan yan pembimbing gue, Dena i, pak Budi Piksi & dua orang lagi yang belum teridentifikasi.

Semuanya terasa Unik...

Bongkar....... Bongkar..... Bongkar......


Pesona Kampung halaman


Mengintip Matahari



Biji-Biji Kopi


Kapolaga & Albasiyah

Kehijauan

Catatan Perjalanan Pantai Selatan

Nyanyian Ombak yang selalu sendu, memupuk rindu, jiwa yang Syahdu

“Jangan Tahun ini Mamah Lagi Riweuh”

Itu adalah kata-kata kangjeng Mamih sebulan yang lalu. Tentunya ada penyebab-penyebab yang mengiringi, sebelum kata-kata tersebut terucap. Saya adalah termasuk orang yang suka menuliskan rencana lumayan rinci untuk hal-hal tertentu. Juga sangat rajin mengkomunikasikan apa yang menjadi harapan, cita-cita dan rencana hidup kepada orang-orang terdekat terutama keluarga.

Yaa…. termasuk yang satu itu. Saya sendiri lupa sejak kapan awal mula menyebut akhir bulan 2012 yaitu bulan Nopember or Desember sebagai bagian dari waktu penting dalam rencana hidup saya

Singkat kata singkat cerita, ternyata planing akhir tahun tertunda sampai waktu yang belum ditentukan. Ada banyak faktor yang menurut teori mempengaruhi ke tidak berjalanan rencana kegiatan tersebut. Diantaranya; Faktor SDM yang pindah ke lain hati, faktor sarana prasarana, mental, spiritual, nominal eeehh dll. Tapi yang terpenting dari semuanya adalah Allah swt belum mengijinkan.

Kembali ke judul, tanpa di kira tanpa di duga, saat sedang membahas mau beli kado apa untuk hadiah pernikahan sahabat sewaktu SD. Tiba-tiba kangjeng Mamih berucap seperti yang tertera di judul tulisan ini. “Jangan Tahun ini Mamah Lagi Riweuh”

Saat itu Cukup Ekspresi 2-2-7 yang bisa saya berikan. Owh… No! sudah di PHK secara sepihak, eh pesangonnya malah di KREDIT. Seperti lagunya Bondan (Yaa Sudaaaaaaaah Lah)

Note:
CURHAT tambahan:
Ternyata perubahan skenario yang mendadak dan tiba-tiba itu bukan hanya mengecewakan tapi melukai. Tak tergambar bagaimana pedihnya, sampai-sampai tak satupun air mata tertetes. Merasakan selama satu minggu terjaga itu menakutkan. Dan setelah mata bisa terpejam pun, masih ada mimpi-mimpi buruk yang membayangi.

Guncangan hidup, bahkan tragedi, tentu ingin kita hindari, sebisa kita. Namun, ada kalanya ia tetap datang. Tinggal bagaimana kita menempatkan diri, setelah periode yang berat itu. Alangkah bermaknanya, bila semua pada akhirnya mendewasakan kita. Meski duka tak bisa sama sekali sirna, tapi kita menjadikannya sebagai energi.

Berani menjadi dewasa adalah suatu pilihan. Sesulit apapun situasinya, kita harus tetap dapat mengajak diri kita untuk meraih tahapan kedewasaan. Mencapai tahap kedewasaan ini amat bermakna. Maka, semestinya kita berani menggapai fase kedewasaan tersebut, yang tidak dinilai dari faktor usia semata, namun kemampuan kita untuk mengkaji segalanya dari kaca mata semestinya. Kaca mata manusia yang berusaha mencapai kematangan pola pikir dan rasa.

Kawan! siapa pun kita, sudah punya takdir masing-masing. So, Lets MOVE ONN…


Dulu, Sekarang, Selamanya

Cerita persahabatan....

MOVE ONNNNNNNNN

Tak peduli apapun yang telah terjadi, aku masih berdiri. Saat ini waktunya untuk bergerak dan maju. Mari Teriakan pada dunia, bahwa Sang Pendekar telah memulai perjalanan.

Aku dan Sayap Bidadari








Itu adalah burung yang sayapnya patah. 
Kira-kira apa yang akan orang-orang pikirkan saat melihat burung tersebut? 

Iba.......?  

kasihan......?  

peduli.....? 

atau acuh.....?

Mungkin kita akan mendapatkan banyak pendapat, tanggapan dan jawaban yang beragam. Tentunya, sesuai dengan sudut pandang masing-masing pribadi.

Tapi, kenapa tidak kita tanyakan kepada  yang sayapnya pernah  patah.




“Hal yang paling membahagiakan didunia ini adalah menjadi putri Ayah"








 "juga menjadi putri Ibu”



Tak peduli apakah  sayapku yang  patah, atau kakiku yang patah, atau mungkin leherku yang patah.

Karena, hal yang paling membahagiakan di dunia ini bukan karena aku memiliki hal yang lain.  
Menjadi putri Ayah & Ibu adalah hal yang paling membahagiakan semenjak aku dilahirkan ke dunia, hingga saat ini.