RSS

ilmu


Jangan berhenti TITIK!, karena hidup tak mengenal siaran tunda.


ini adalah judul dari sebuah artikel di majalah dan judul dari sebuah buku. Tapi jika kita resapi maknanya, tanpa membaca artikel dan bukunya pun' kita akan temukan banyak hikmah.

jika kita cerdik,, ilmu bisa kita dapat dimanapun.


tulisan yang kupukir tidak nyambung.

hujan


Tiap kali kulihat hujan, kutemukan kedamaian disana.

Cerita Kehilangan


semenjak 9 desember tahun kemarin hingga 9 januari kemarin, telah begitu banyak terkumpul rangkaian cerita kehilangan. ya, "kunamakan cerita kehilangan".

lalu bagaimana kisah selanjutnya??? bagaimana akhirnya??? kisah ini tak akan pernah berhenti, hingga tiba tarikan nafas terakhir tersekat di leher ini.

ya, inilah hidup. "Rangkaian cerita kehilangan"

jika kau


Jika ada yang bilang ku lupa kau
Jangan kau dengar
Jika ada yang bilang ku tak setia
Jangan kau dengar

Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena ku cinta kau

Jika ada yang bilang ku tak baik
Jangan kau dengar
Jika ada yang bilang ku berubah
Jangan kau dengar

Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena ku cinta kau
Kau


Saat kau ingat aku ku ingat kau
Saat kau rindu aku juga rasa
Ku tahu kau slalu ingin denganku
Ku lakukan yang terbaik yang bisa ku lakukan
Tuhan yang tahu ku cinta kau

Jika kau tak percaya pada ku
Sakitnya aku
Jika kau lebih dengar mereka
Sedih hatiku
Banyak cinta yang datang mendekat
Ku menolak
Semua itu karena ku cinta kau
Kau


Saat kau ingat aku ku ingat kau
Saat kau rindu aku juga rasa
Ku tahu kau slalu ingin denganku
Kau tahu ku juga ingin denganmu
Ku tahu kau slalu ingin denganku
Ku lakukan yang terbaik yang bisa ku lakukan
Tuhan yang tahu ku cinta kau

Imagi


Aku baru menyadari akan sosok imagiku saat membaca blog seorang teman. Sebelum aku membaca artikelnya, aku sering berkata pada diriku “bahwa aku unik/atau lebih tepatnya aneh”. Sering aku menceritakan hal itu pada sahabat dekatku, tapi mereka malah meledekku dan sedikit pun mereka tak ingin mengerti apa yang kualami.

Tak semua orang bisa menciptakan tokoh imagi dalam khayal atau dunia khayalnya. Aku berkata seperti itu, karena setiap kali ku mencoba menceritakan hal itu pada sahabat-sahabat dekatku, mereka sulit mengerti dan sepertinya tidak ingin mengerti. Aku berani mengatakan kalau aku bisa menciptakan tokoh imagi. Karena semua itu telah kurasakan sejak aku masih kelas 5 SD.

Di blog temanku, mengatakan bahwa ada beragam macam bentuk tokoh imagi. Ada yang menginginkan yang lain atau orang lain sesuai dengan inginnya, malah mungkin menjadikan dirinya menjadi bagian dari tokoh imaginya. Angan dan imagi sama-sama bersifat khayal. Imagi bisa diartikan penciptaan suatu kondisi atau keadaan. Imagi bersifat inspiratif yang dapat muncul tiba-tiba atau kapan saja.

Kembali pada tokoh imagi, dalam penciptaan atas tokoh imagi menginginkan yang lain atau orang lain sesuai dengan angannya adalah menjadikan orang lain sebagai tokoh imagi tanpa harus melibatkan dirinya dalam penciptaan khayal secara langsung.

Selain itu ada penciptaan tokoh imagi yang melibatkan dirinya dalam penciptaan khayal, menjadikan dirinya bagian dari atau tokoh utama dalam dunia khayalnya. Selain menjadi sutradara, bisa sekaligus menjadi pemain utamanya.

Aku ingin sedikit membicarakan tokoh imagiku. Setiap fase kehidupan yang kujalani memang selalu ditemani oleh tokoh imagi. Sangat nyata dibenaku, pada saat masih kelas 5 SD. Aku memiliki sosok kakak yang sangat sempurna. Ini terjadi saat aku ditinggal kakak tercinta kuliah di luar kota. Saat itu aku, berusaha menciptakan tokoh imagi pengganti kakaku yang akan menemaniku saat kesepian.

Fase selanjutnya adalah ketika masa-masa SMP, masa-masa yang kupikir sangat sulit kujalani. Yupz saat itu aku tidak pernah memiliki sahabat yang benar-benar menjadikanku sahabat, itu menurut pendapatku. Justru mereka cenderung memanfaatkanku. Pribadiku yang tertutup dan pendiam membuatku sulit untuk bersosialisasi. Padahal waktu itu, aku adalah seorang siswa yang berprestasi. Ketua OSIS pula. Kala itu pula aku menemukan orang yang sangat aku benci (butuh bahasan panjang untuk menceritakan siapa dirinya).

Kembali pada Imagiku, kunamakan dia Bintang. Kupikir, bintang itu sesuatu yang sangat indah saat berada di langit malam. Dengan kerendahan hatinya, dia menerangi malam dengan cahaya yang redup dan menyejukan. Dan aku selalu ingin menjadi bintang. Bintang akan menemaniku saat teman-temanku meninggalkanku. Bintang yang tak pernah marah padaku bila aku mendapat nilai tertinggi. Bintang tak akan pernah meninggalkanku saat pulang sekolah. Bintang tak akan membiarkanku sendiri saat kuikuti kegiatan ekstrakulikuler. Bintang akan selalu ada saat aku membutuhkannya.

Fase SMA, aku sedikit melupakan tokoh imagiku, karena aku memiliki sahabat yang sangat luar biasa . seakan-akan aku tidak butuh sosok imagiku, tapi itu tak berlangsung lama saat peristiwa besar yang membuatku jatuh terpuruk. Aku pun mulai kembali merindukan sosok imagiku.

Tentang tokoh imagiku saat ini, bayangan sebentuk senyum yang sering tiba-tiba muncul. Tokoh imagi ini menari-nari dalam benak, ini juga salah satu alasan yang membuatku bisa terus tersenyum, selalu memberikan spirit mhm manis banget ya co cuit he,,he,,

So, imagi apa yang kamu alami sekarang? Siapa tokoh imagi itu?

Sapaan Bunda...


Entah sejak kapan aku dipanggil bunda sama sobat2ku. Mulai dari Icha marica, boya nadi after Barbara. Mereka semua memanggilku dengan sapaan bunda. Sungguh menggelikan memang, secara usia kami tak jauh berbeda. Awalnya sih keki, tapi lama-lama jadi terbiasa juga, he,,he,,

Parahnya kapan pun dimanapun, sapaan itu nangkring kepadaku. kalo dipikir-pikir bisa menurunkan pasaran hihihi... tapi jodoh mah ditangan Allah ketang wkwkwk. Saat kutanya alasan kenapa memanggilku bunda?? mereka cuman ketawa-ketiwi sungguh menjengkolkan.

Mau curhat juga nieh,, biasanya kapan pun dan dimanapun aku selalu disangka ibu-ibu huahua...... eh jahatnya sohib-sohibku menyematkan nama bunda padaku!! emang nasib-nasib. Tapi, semoga saja suatu saat nanti Allah SWT yang menyematkan nama Bunda itu kepadaku. Amien...

Benarkah Anggi seorang muslim??


Saat itu 5 desember 2009, tepatnya saat pergantian ketua korwil III FKKMI jabar. Dimana saya adalah salah satu staf di fkkmi jabar. Di malam sebelumnya sempat terjadi pembicaraan siapa calon terkuat pengganti korwil. Saat itu korwil berharap agar saya maju di bursa pemilihan korwil baru. Namun, kutegaskan saya belum sanggup memegang amanah sebesar itu.Korwil ingin fkkmi masih terus dipegang oleh para kader dakwah.

Singkat cerita setelah dilakukan lpj, dilanjutkan pemilihan ketua. Setiap kopma dipersilahkan untuk mengusung calon ketua korwil. Yang sudah maju saat itu yaitu dari kopma uin, upi dan unisba dengan maksud meramaikan iseng saya mengajukan saudara Anggi dari unpar untuk ikut di bursa pencalonan.

Tak disangka tak diduga dari ketiga calon sebelumnya menyatakan tidak siap dan hanya Anggi yang menyatakan saya siap dicalonkan. Dengan santainya dia mengucapkan terimakasih kepada saudari Reni Shiren Aulia Nuryanti yang telah mengusung saya menjadi balon. Dan mysubahnya dia menyatakan siap. Saat itu saya syok luar biasa karena anggi secara aklamasi langsung menjadi ketua korwilFKKMI jabar.

Saat itu saya langsung sms korwil, "maaf karena belum bisa menjadi seorang muslim yang baik". semula ingin sekali kami melanjutkan tradisi, kalo korwil dipegang oleh ikhwah. Tapi inilah kenyatan saat ini, semuanya benar-benar diluar dugaan.

Saat itu saya pulang dengan perasaan yang bercampur!! Bingung, sedih, merasa bersalalah dan sejuta rasa yang membuat kepalaku pening. Sampai tiba-tiba ada sms yang isinya “Ren Anggi itu seorang muslim”. ada sedikikit lega yang memasuki lubuk hati ini.

Saya mulai mengenal Anggi saat adanya Munas FKKMI di semarang, tampangnya sih agak mirip-mirip F4 hehe. Tapi yang kutahu dia kuliah di unpar dan saya belum pernah melihatnya shalat selama kami bersama. Dia juga sempat bertanya, “ Ren! Kalo kita saling membenci karena Allah GMn? Dan beberapa pertanyaan2 lain ” yang membawaku kepada sebuah kesimpulan yang menyatakan sepertinya Anggi memang bukan seorang muslim.

Tapi setelah menerima sms tadi'cukup memberikanku secercah harapan, semoga saja Anggi memang benar-benar seorang muslim.