RSS

PPI Club

Saya ingin menceritakan awal mula PPI club berdiri. Mhm... sejak kapan yaa...??? saya sendiri bingung hehehe. Tapi, kalau boleh saya menganalisis. Sebenarnya, organisasi ini berakar dari kegelisahan-kegelisahan yang dihadapi oleh Ibu Peri dan Lala.

Kegelisahan apakah itu?? its a just problem for single woman xixixixi. Tapi ternyata, kegelisahan-kegelisahan itu juga di hadapi ketiga Pejuang Maya Lainnya. Akhirnya, kelima Pejuang ini bersepakat untuk membuat Club yang cettar membahana.

Mari kita perkenalkan satu persatu, Taarufan dulu yaa.....

De Ratih (Anggota Junior 2 PPI)
Paling Bontot, Si gua ini berasal dari Bekasi. Anehnya, logatnya betawi mukanya jawa. suka ketawa ketiwi sendiri. wiiiiih, seremmmmmm




Syifa (Anggota Junior 1 PPI)
Tergila-gila sama Bakso, paling suka jajan, gordes, cerewet ngak ketulungan. Suka tiba-tiba ngeluarin suara kuda secara tiba-tiba. Dangduters.




Anggi (Anggota Senior PPI)
Paling senior, upsh. Suka ngebocorin rahasiahnya sendiri, tanpa kita semua minta. Jago banget bikin kerajinan-kerajinan tangan. Sering dipaksa Syifa buat nemenin jajan bakso.
 



Mbak Mer a.k.a Ibu Peri (Presiden PPI)
Our lovely senior, paling gahul dan cettar membahana. Ahli strategi, Rider yang hebat. aku memanggilnya Ibu Peri yang manis.



Shiren a.k.a Lala (Dewan syariah PPI)
Taraaa.... ini dia Dewan Syariahnya. Percaya.......??? Memang sulit dipercaya, tapi inilah kenyataannya. So, semua kegiatan PPI salah satunya harus di acc oleh orang ini.



Lalu apa arti dan tujuan PPI club berdiri......??? kenapa sampai bisa memiliki aktifitas peningkatan kapasitas Brain, Beauty dan Behavior? mengapa ada semboyan Sombong, Populer dan Eksis?? kenapa PPI club menjadi sorotan di kantor Para Pejuang Maya...?? Ooooh God! unbelievable...

Tunggu artikel selanjutnya yaaa..... wkwkwkwk

Its about Life,Love and U

Lama tak memposting tulisan disini. Tapi, bukan bearti selama ini saya berhenti menulis. Saya hanya sedikit bertapa. Ngak laah, Actually ada sebuah jurnal yang saya susun sejak bulan mei lalu. Hanya menyangkut masalah waktu saja, yang menyebabkan jurnal tersebut belum terpublish. Kita tunggu, sampai hari istimewa di bulan Oktober yaaa.

Lets talk about Life, when I think about my life. Mhm, semuanya misteri. Some time saya suka berpikir, Why I'm born to be a simple person, hard worker, have big dreams dan ngak pernah bisa marah. kalau marah justru diem, jalan hidupnya agak rumit xixixi. unbelievable...

Reni Shiren Aulia Nuryanti. Seorang lulusan Ilmu Ekonomi (IE) dengan masa kuliah 3 tahun dan penyusunan skripsi 1,5 tahun yang menurut sepupunya adalah Jurusan sejuta umat. Mengalami kebangkrutan yang tak terhingga di pertengahan tahun 2012. Gagal menjadi Mahasiswa SBM ITB gara-gara masalah utang piutang kebangkrutan perusahaannya. Sempat mau kabur ke Jogjakarta, namun berhasil dibujuk Mama untuk menjadi guru PAUD. Alhasil, hanya bisa bertahan satu semester di bangku kuliah ke PAUDannya. Terus Patah hati, abiz itu Jadi Pejuang MAYA di Rumah Zakat. Kini, hampir resign untuk mempersiapkan kesibukan selanjutnya yaitu menjadi istri yang manis dan disayang suami. Kesibukan lainnya, tentu saja kembali mempersiapkan diri untuk menjadi entrepreneur, dan menulis di blog . Go Blog…!

when I talk about LOVE, and than I always cofy ungkapan penulis favorit saya, Salim A fillah. "Di jalan cinta para pejuang, biarkan cinta berhenti di titik ketaatan. Meloncati rasa suka dan tidak suka. Melampaui batas cinta dan benci. Karena hikmah sejati tak terungkap di awal pagi. Karena seringkali kebodohan merabunkan kesan sesaat. Maka taat adalah prioritas yang kadang membuat perasaan-perasaan terkibas. Tapi yakinlah, di jalan cinta para pejuang, Allah lebih tahu tentang kita."

How I can Explain about U???
aku hanya mendengar tentangmu. 
Indah. 
Lalu kau hadir dihadapanku.
like a dreams

...............................

 Bersambung.... a.k.a To Be Continue!!! wkwkwkwkwkwkwk............

Bandung itu menyangkut Perasaan

BANDUNG-ku,
padamu aku bisa bilang apa?
Bahwa masih berdiri di bawah langitmu,,,
dapat menyapa, 

menyentuh 
dan menapaki tanahmu,,,
Telah mengantar langkah kakiku menuju satu tujuan 

dari sekian banyak cita, 
asa 
dan impian
Kurasa tak pernah asing disana 

meski kadang bersendirian
Kuingin tetap menjadi bagian darimu 

walau tak selalu membersamaimu
Bila tiba suatu masa jeda 

diantara kita
Aku percaya 

berjauhan belum tentu memisahkan


Atas nama CINTA, K3RJA dan HARMONI

HARMONI itu hanya akan mewujud nyata manakala ada CINTA yang mampu menjadi energi gerak untuk berkarya. Dan dari sanalah ia teguhkan langkah agar terus menerus bertumbuh hingga melahirkan KERJA yang memberi berjuta teduh, bukan menambah gaduh.

Tentu bukan kerja sembarang kerja. Karena sejatinya ia adalah kerja yang terkelola dan tertata,,, yang sadar betul titik awal darimana ia bermula dan memastikan hendak kemana ia bermuara. Hingga tak ada lagi pekerjaan yang tumpang tindih. Agar ada kerjasama, minimal sama-sam kerja. Asalkan jangan saling mengerjai dan juga jangan jadi kerjaan baru. Jika masing-masing fokus pada bidang kerjanya, maka harmonisasi sudah tentu akan terwujud.


Zakat Fitrah

“Zakat Fitrah” terambil dari Kata “IFTHAR” (Makan / Berbuka) yang secara bahasa boleh diartikan sebagai Zakat untuk berbuka / Makan di hari Raya, dan bukan terambil dari kata “FITRAH” yang artinya suci, meskipun salah satu Fungsi zakat adalah mensucikan harta kita. Maka itu yang diutamakan dalam Zakat Fitrah adalah Makanan Pokok, yang jika di Indonesia bisa di samakan dengan Beras, sebagaimana beras yang dipakai sehari-hari. Karena itulah Uang-pun harus dibelikan beras / makanan yang menjamin Orang-orang Fakir Miskin itu tercukupi makannya ketika idul Fitri. Bukan diberikan uang utuhan begitu saja, sebab bisa jadi uang itu akan dibelikan kebutuhan selain makanan seperti Baju Lebaran misalnya. Maka itu, pemakaian Uang dalam Zakat Fitrah menurut saya boleh dilakukan jika terpaksa. Misalkan sedang dalam perjalanan sehingga dia tidak dirumah, maka boleh kiranya dilakukan dengan Uang.

Sekarang coba dilihat di Kota-Kota besar, maka Zakat Fitrah (bahkan oleh Lembaga Zakat sekalipun) “dianjurkan” dengan uang dengan alasan mudah pendistribusiannya. Sehingga para Mustahik-pun ketika diberi Beras akhirnya menolak dan lebih memilih uang, tentu saja alasanya karena uang lebih bisa dibelanjakan daripada beras. Semoga dengan sedikit penjelasan ini, bisa memberikan sedikit pula pencerahan….

WALLAHU A'LAM BISHOWAB
Ustadz: Oky Siqoh Haqiqotan

Infak Card (Icard) Menebar Kebaikan



Rumah Zakat dan Adira Insurance Sharia meluncurkan program iCard atau Infak Card. Sebuah program infak yang memungkinkan donatur untuk berdonasi selama 100 tahun.

“Kita tidak pernah tahu kapan kita akan meninggal, namun dengan iCard, infak bisa terus jalan,” ujar Indra Baruna Presiden Direktur Adira Insurance saat memberikan sambutan di Wisma Proklamasi, Senin, 27 Mei 2013.

Dengan menggunakan iCard, pembayaran infak dari para donatur Rumah Zakat tidak akan terputus walaupun donatur tersebut telah meninggal. Pasalnya, donasi tersebut akan dilanjutkan oleh santunan asuransi yang dikelola sesuai prinsip syariah Adira Insurance.

Saat yang bersangkutan meninggal dunia, santunan akan diberikan hingga 100 tahun bagi donatur yang meninggal karena kecelakaan dan hingga 10 tahun untuk sebab lainnya. Melalui program ini, para donatur dapat berdonasi berapapun yang mereka mau. Untuk bulan pertama wajib berdonasi minimal Rp 100 ribu namun selanjutnya bebas saja (Fleksibel).

Pembayaran dapat dilakukan dengan cara autopayment dari kartu kredit, autodebet, atau transfer melalui bank. Saat ini kami bekerjasama dengan Bank Danamon untuk penjualan, ke depannya insya allah semua bank bisa, khususnya bank syariah.

Selain infak 100 tahun, banyak keuntungan yang bisa didapat dengan memilki iCard, yaitu, sumbangan duka bagi donator yang meninggal dunia sebesar Rp 2 juta, kesempatan undian untuk umroh setiap tahun, dan dapat memperoleh diskon di merchant-merchant yang bekerjasama dengan iCard. (ansopiy)


Reni Nuryanti
Consultant – Rumah Zakat
hp 082115428907
pin 3148CFB2
Jalan Turangga 25 C Bandung
Email: reni.nuryanti@rumahzakat.org

BIG Smile Indonesia
Bersama Rumah Zakat, Berbagi itu… Gaya.

Rekening Donasi:
BCA ~ 094 301 6001
Mandiri ~ 132 000 481 974 5
BNI Syariah ~ 155 555 5589


Terima Kasih Sudah Hadir di Hidupku


Allah mendengar lebih dari yang kita ucapkan, menjawab lebih dari yang kita pinta, memberi lebih dari yang kita bayangkan, pada waktu dan dengan caraNya sendiri.